Klub Eropa Kembali di Indonesia

Author: Heranz Ingo Pada: Kamis, 29 Desember 2011 0 comments
Perlahan tapi pasti, klub-klub besar Eropa mulai kembali lagi ke Tanah Air. Setelah Bayern Munich datang pada 2008 lalu, sebentar lagi jagoan Belanda, PSV Eindhoven, juga akan mencicipi rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Indonesia dulu sebenarnya adalah tempat kunjungan favorit klub-klub Eropa. Klub pertama yang berkunjung ke Indonesia adalah Futbalski Savez pada 1953. Ketika itu, tim dari negara Yugoslavia (sekarang sudah pecah) itu, datang dan menumbangkan Persib Bandung 8-0.

Selang 5 tahun, giliran jagoan Eropa Timur, Red Star Bratislava yang datang.  Mereka juga melawan Persib dan menang dengan skor 9-2. Klub-klub Eropa kemudian sempat vakum cukup lama sebelum akhirnya pada 1970, Dynamo Moskow menyambangi tanah air. Yang menjadi lawan Dynamo adalah timnas Indonesia dan skuad Garuda menyerah 0-1.

Manchester United dan Ajax Amsterdam datang bersamaan pada 1975. Kedua klub raksasa itu memainkan turnamen segitiga bersama PSSI Tantama. Ajax menjadi juara di turnamen yang dilangsungkan di GBK tersebut. PSSI Tantama sendiri bermain imbang 0-0 dengan MU dan kalah 1-4 dari Ajax.

Sebelum klub-klub Italia, macam Sampdoria, AC Milan, dan Lazio, berlaga di Indonesia, Timnas U-21 Italia lebih dulu datang ke Tanah Air pada 1977. Selama kunjungannya di Indonesia, Gli Azzurri muda berhadapan dengan Persib, PSSI Muda, Persebaya Surabaya dan Persija.

Setelah 1977, masih banyak klub-klub Eropa yang berkunjung ke Indonesia seperti Ajax (1981), Arsenal (1983), PSV Eindhoven (1987 dan 1988), AC Milan (1994), SS Lazio dan Sampdoria (1996). Setiap kali jagoan-jagoan Eropa tersebut datang, stadion tempat pertandingan selalu penuh sesak.

Akan tetapi, seiring gejolak yang terjadi di Indonesia sejak era reformasi, klub-klub Eropa kemudian tak lagi singgah. Baru pada 21 Mei 2008, raksasa Jerman, Bayern Munich mencicipi rumput GBK. Der Bavarians yang saat itu dilatih Ottmar Hitzfeld, turun dengan kekuatan terbaiknya di Senayan.

Nama-nama besar seperti Oliver Kahn, Ze Roberto, dan Mark van Bommel dipasang jadi starter. FC Hollywood tampil superior dan menggasak Indonesia 5-1.

Selang 1 tahun, MU sebenarnya dijadwalkan tampil kembali di Indonesia. Akan tetapi, Rio Ferdinand dan kawan-kawan tak jadi hadir karena ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta.

Sempat vakum 2 tahun, AC Milan Glories dan LA Galaxy kemudian datang ke Indonesia. Galaxy memang tidak berasal dari Eropa, tapi kedatangan pemain-pemain tenar macam David Beckham, Robbie Keane, dan Landon Donovan sangat mencuri perhatian publik Indonesia.

Pada Januari 2012, giliran PSV yang rencananya akan datang. Tim asal Negeri Tulip itu akan bertanding dalam event bertajuk Jakarta Challenge. Selama di Ibukota, PSV akan melakoni dua laga. Pertama, Wilfred Bouma cs akan melawan Indonesia Selection pada 9 Januari 2012, dan tiga hari kemudian melawan tim Jakarta Selection. Kedua laga ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.

Menurut ST Arasu, promotor pertandingan dari Saujana Media, Jakarta Selection akan dihuni oleh pemain lokal dan pemain asing yang berdomisili di Jakarta. Untuk menambah gairah laga, promotor juga berjanji akan mendatangkan legenda MU, Andy Cole untuk memperkuat Jakarta Selection.

"Tanggal 10 bulan depan, dia akan akan datang dan nanti akan ada press conference lagi. Dua hari setelah kedatangannya, dia akan melawan PSV," jelas Arasu di Hotel Sultan, Jakarta, Senin 19 Desember 2011.

Selain Cole, Jakarta Selection juga akan diperkuat bomber Pelita Jaya asal Malaysia, Safee Sali.  Promotor Saujana Media berjanji, pihaknya akan mendatangkan klub-klub besar Eropa tiap tahun ke Indonesia. PSV Eindhoven hanyalah permulaan.

"Setiap Januari akan ada turnamen. Tahun depan, mungkin kami akan datangkan Bayern Munich atau tim lain. Ini adalah komitmen jangka panjang. Kalau tidak namanya bukan Jakarta Challenge, tapi Tur PSV. Jadi, setiap Januari klub Eropa akan datang. Untuk tahun ini, kita sudah negosiasi dengan Inter Milan, Bayern, Ajax dan akhirnya yang datang PSV," jelas Arasu.
Kedatangan klub-klub Eropa tentu sangat ditunggu publik Indonesia. Kedatangan mereka memberikan kesempatan bagi pecinta sepakbola untuk melihat idola mereka secara langsung. Tak hanya itu, kedatangan klub-klub itu juga menjadi 'pemanis' di tengah konflik sepakbola Indonesia yang terjadi saat ini.

Tentunya kita berharap PSV takkan menjadi klub Eropa terakhir yang datang ke Indonesia. Sebab, banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dari kedatangan klub-klub internasional tersebut. Klub Eropa tak hanya sekedar memberikan hiburan, tapi juga edukasi. Coaching clinic adalah salah satu agenda positif dari kehadiran mereka.

Dengan begitu, anak-anak Indonesia bisa mendapatkan pelajaran sekaligus pengalaman berharga dari para idola mereka.

Sumber

0 comments: